Islam tidak mengajarkan pola hidup konsumtif, tetapi Islam mengajarkan kesederhanaan dan mengajarkan kebersamaan. Kalaupun harta berlebih maka harta tersebut harus digunakan untuk belanja di jalan ALLAH bukan belanja hanya untuk kepuasan diri sendiri. Mampu atau tidak, yang tahu adalah diri sendiri, jangan menjadi orang yang ingkar penuh penyangkalan terhadap fakta yang ada. Sudah bisa beli motor, buat rumah, bisa makan dll, artinya mampu, kalau sudah mampu maka wajiblah mengeluarkan zakat. Berhisaplah sebelum dihisap. Kalau tidak pandai dan teliti dalam menghisap diri nanti akan terkena KPK yang sangat adil yang tidak akan kenal kompromi. KPK itu tidak lain adalah para malaikat ALLAH yang mencatat setiap aktivitas sehari-sehari setiap manusia. Jangan sampai kita dipermalukan dan dihinakan dihadapan ALLAH. Dihinakan oleh sidang Tipikor saja sudah malu apalagi disidang oleh ALLAH YA HAKIMU??? Sudah siapkah kita disidang oleh ALLAH???
Posted by: Much | July 1, 2009
Belanja di jalan ALLAH
Leave a response
Categories
- agama
- akhlak
- Al Fatihah
- Allah
- amanah
- aniaya
- doa
- dzikir
- fenomena
- foya-foya
- haji
- hidayah
- hikmah
- hukum
- ibadah
- ikhlas
- illahiyah
- ilmu
- iman
- jodoh
- karomah
- keajaiban
- kenal
- kenangan
- khusyuk
- LOA
- makanan
- makrifat
- malakut
- mati
- meditasi
- musibah
- mustajab
- nafsu
- neraka
- obat
- pasrah
- patrap
- psikoterapi
- qhotimah
- qishosh
- rakus
- rasa
- rumus
- sadar
- sakit
- sakti
- sholat
- sholawat
- sombong
- surga
- syahadat
- syech puji
- takbir
- Takwa
- tauhid
- terawangan
- thuma'ninah
- tobat
- tradisi
- wangsit
- wasir