Apapun urusannya, maka segera kembalikan ke Allah ” wa lillahi ma fii samawati wal alrdhi, wa ilallahi turjaul umuur (QS Ali-Imran ayat 109). Artinya Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
Sebuah ayat yang mendasari sebuah keyakinan bahwa Allah yang Maha Berkehendak atas sesuatu. Jadi ndak usah repot atau bingung. Karena dikehendaki terjadi, maka terjadi. Tetapi??? Setelah dikembalikan ke Allah jangan asal mengembalikan saja melainkan sadari kenapa kok Allah berkehendak seperti itu?? Nah berarti ada sunatullah nya, ada sebab akibatnya. Sebab akibat ini yang harus dipahami dan dengan bisa memahami sebab akibat ini maka soal kembali dan mengembalikan ke Allah ini semakin mudah.
Sekedar tips untuk membuat kita semakin paham akan kehendak Allah adalah berbaik-baiklah sama Allah. Jangan sering membuat Allah susah, jangan sering membuat Allah marah, kecewa dsb. Selama kita berbaik-baik dengan Allah maka tidak akan ada hal yang tidak enak. Allah tidak akan membuat kita sengsara. Nah..sekarang tinggal intropeksi diri sendiri, seringkah kita berbuat tidak baik kepada Allah???
Allah tidak akan susah dan tidak ada yang dapat mengalahkanNya. Allah Maha Besar dan manusia hidup untuk kepentingan dirinya sendiri. Allah Maha Kaya.
Allah SWT tidak akn memberikan Ujian di Luar batas kemampuan hambaNya …
Hidup itu indah tatkala kita pandai menangkap bahasa Allah SWT dan senantiasa beribadah kepada Allah SWT …
Sudah itu akibat perbuatan dosa-dosa yang telah kita lakukan …
Yukk …
kita senantiasa bertaubat kepada Allah SWT …
agar hidup kita senantiasa indah ^_^
Berarti manusia hebat donk.. mampu membuat Alloh marah dan kecewa?
Menurut pendapat gw, Alloh tdk terpengaruh apapun. manusia tdk akan mampu membuat Alloh marah atau senang. kalau manusia mampu membuat Alloh marah atau senang, berarti manusia mampu mendatangkan mudharat dan manfaat kpd Alloh?
Terima kasih atas komen mas. Marahnya atau kecewa nya Allah jangan disamakan dengan manusia mas. Sesuatu hal yang dilakukan dan itu bertentangan dgn larangan Allah berarti Allah tidak ridho sehingga itu menjadi sebuah dosa. Dengan tumpukan dosa dosa itu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Apakah inibukan termasuk murka Allah? Tks.